REKSA DANA PENYERTAAN TERBATAS (RDPT)

Semakin besar suatu nilai proyek pembangunan, makin besar pula potensi keuntungannya. Itu sebabnya banyak perusahaan sering rebutan mau menggarap proyek yang besar, terutama dari pemerintah.

Tapi kadang ada perusahaan yang ngebet pingin menangani suatu proyek namun kepentok masalah modal. Pada saat itulah reksa dana penyertaan terbatas bisa berperan besar.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), reksa dana penyertaan terbatas merupakan wadah tempat menghimpun dana dari pemodal profesional yang diinvestasikan manajer investasi pada portofolio efek atau yang berkaitan langsung dengan proyek, seperti di sektor riil dan infrastruktur. Jadi, reksa dana ini bisa digunakan sebagai tambahan modal penggarapan proyek.

Namun, sesuai dengan aturan baru OJK No.37/2014 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif Penyertaan Terbatas, dana dari reksa dana penyertaan terbatas gak bisa ditanamkan di perusahaan terbuka atau yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia. Contohnya Bakrie Sumatera Plantations.

Portofolio efek yang ditawarkan melalui penawaran umum juga gak boleh dipakai untuk memutar dana RDPT. Misalnya penawaran umum obligasi berkelanjutan dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Walau terkesan dibatasi di sana-sini, reksa dana penyertaan terbatas  banyak peminatnya. Apalagi pemerintah mulai 2015 menggalakkan pembangunan di sektor riil, seperti membangun jalan, waduk, dan pelabuhan. Itu artinya bakal banyak modal yang dibutuhkan buat pembangunan itu.

Kamu juga bisa jadi investor pembangunan itu lewat reksa dana penyertaan terbatas asal memenuhi syarat, antara lain membeli unit penyertaan senilai Rp 5 miliar. Tapi memang syarat itu cukup berat, terutama dibanding reksa dana konvensional seperti reksa dana pasar uang, yang bisa dibeli hanya dengan duit Rp 100 ribu.

Tapi itu yang menjadi pembeda utama antara reksa dana penyertaan terbatas dan reksa dana konvensional. Investor reksa dana penyertaan terbatas bisa dibilang satu level lebih tinggi. Karena itulah mereka disebut pemodal profesional.

Perbedaan lainnya adalah perusahaan manajer investasi reksa dana penyertaan terbatas wajib memiliki modal disetor minimal Rp 25 miliar. Selain itu, minimal 1 pegawainya memiliki sertifikat Chartered Financial Analyst (CFA) atau wakil manajer investasi yang berpengalaman minimal 5 tahun.

Rincian perbedaan reksa dana konvensional dengan reksa dana penyertaan terbatas bisa dilihat di tabel berikut ini :

PerbedaanReksa Dana KonvensionalReksa Dana Penyertaan Terbatas
Jumlah pihak pemodalLebih dari 50 pihakKurang dari 50 pihak
Penghitungan nilai aktiva bersih (NAB)Tiap hari dan diumumkan di media massaTiap tiga bulan
Alokasi investasiDiantaranya:

  • Pasar Uang
  • Obligasi
  • Saham
Tidak terbatas pada instrumen pasar modal dan surat berharga. Bisa berbentuk investasi langsung di proyek sektor riil.
Pengelola investasiPunya izin sebagai manajer investasiPunya sertifikat CFA atau berpengalaman sebagai manajer investasi minimal 5 tahun
Partisipasi manajer investasiTak wajibMinimal 1 unit penyertaan (Rp 5 miliar atau US$ 5.000 atau 5.000 euro)
Minimum dana awal investasiRp 100 ribuRp 5 miliar atau US$ 5.000 atau 5.000 euro

Reksa dana penyertaan terbatas biasanya dibeli lewat perusahaan manajemen asset.  maupun langsung ke manajer investasi. Jika di daerah tempat tinggal kamu jarang atau malah gak ada perusahaan manajer investasi, coba saja kunjungi bank di sana untuk menanyakan ihwal layanan reksa dana.

Reksa dana penyertaan terbatas biasanya hanya untuk investor profesional atau yang sudah berpengalaman. Sebab dalam menjalankan investasinya mereka dibimbing oleh manajer investasi yang bertanggung jawab mengelola dana investasi.

Itu artinya nasabah reksa dana bisa berinvestasi sekalian belajar kepada manajer investasi itu. Untuk itu, manajer investasi yang dipilih harus dipastikan sesuai dengan apa yang dikehendaki investor.

Bahkan para pemegang unit penyertaan reksa dana penyertaan terbatas juga bisa saling belajar. Sebab mereka memiliki hak bertemu dalam Rapat Umum Pemegang Unit Penyertaan (RUPUP). Biasanya RUPUP diadakan kalau ada orang baru yang hendak ikut jadi pemegang unit penyertaan suatu reksa dana penyertaan terbatas.

Reksa dana ini memang menarik, tapi yang sering menjadi kendala adalah besarnya dana awal investasi. Tapi tetap saja, semua orang bisa menjadi investor proyek besar lewat reksa dana penyertaan terbatas. Asal memenuhi syarat tentunya.

PERBEDAAN REKSA DANA : DIRE RDPT DAN KIK EBA

Dana Investasi Real Estate (DIRE)

DIRE merupakan wadah yang berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang dipergunakan untuk menghimpun dana dana masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan pada aset real estate, aset berkaitan real estate, kas maupun setara kas yang kemudian dikelola oleh perusahaan investasi atau Manajer Investasi.

Dalam pengelolaan dana DIRE, diwajibkan untuk menginvestasikan minimum 80 persen dari dana kelolaan ke aset yang berhubungan dengan real estate. Dari total aset kelolaan itu juga, minimum 50 persen harus berbentuk aset real estate seperti mal, perkantoran, apartemen, dan perumahan yang dapat disewakan. Pendapatan berupa uang sewa dari aset-aset properti tersebut akan dikembalikan kepada para investornya dalam bentuk dividen. Dividen ini yang menjadikan DIRE menguntungkan dan bisa dibilang sebagai imbal hasil (return) bagi investor.

Pada investasi DIRE, ada kewajiban untuk membagikan dividen minimal 90 persen dari pendapatan DIRE setiap tahun, sehingga investor yang membeli DIRE akan menerima pendapatan yang tetap. Selain itu pegerakan dari investasi DIRE relatif stabil karena sebagian besar portofolio berisi aset-aset properti yang nilainya cenderung meningkat setiap tahun.

Melalui paket kebijakan ekonomi ke-5dan ke-11, Pemerintah menghapuskan pajak berganda yang dikenakan pada instrumen DIRE dan memberikan insentif dengan penurunan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) menjadi maksimal 1 persen dari sebelumnya 5 persen bagi tanah dan bangunan yang menjadi aset DIRE. Hal ini, tentunya akan memberikan peluang untuk DIRE dapat bertumbuh lebih besar di dalam negeri.

Saat ini, DIRE yang ada di Indonesia hanya DIRE Ciptadana Properti Ritel Indonesia. DIRE ini diluncurkan sejak November oleh PT Ciptadana Asset Management. Berdasarkan data Bareksa, DIRE ini memiliki dana kelolaan (AUM) lebih dari Rp500 miliar dan 95 persen dari asetnya dtempatkan pada real estate Grand Solo Mall.

Meski ada keuntungan yang ditawarkan, investasi DIRE ini juga memiliki risiko yang berupa likuiditas. Misalnya, investor ingin menarik dananya dalam jumlah yang besar, sehingga manajer investasi yang mengelola DIRE tersebut harus menjual asetnya. Pada kondisi ini, menjual aset properti tidak selikuid menjual aset di pasar modal karena harus mencari pembeli aset tersebut. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan investasi DIRE klik tautan berikut.

Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT)

Secara umum, karakteristik dan pengelolaan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) tidak jauh berbeda dengan reksa dana konvensional. Hanya saja, pada RDPT jumlah pihak yang berinvestasi pada reksa dana tidak boleh lebih dari 50 pihak.

Selain itu, para pemodal reksa dana bentuk ini termasuk pemodal profesional yang memiliki kemampuan untuk membeli unit penyertaan dan melakukan analisis investasi terlebih dahulu. Sebab, minimum dana awal investasi pada RDPT cukup besar Rp5 miliar atau 500 ribu dalam bentuk USD dan EUR.

Pada RDPT, penetapan nilai pasar wajar dilakukan oleh Manajer Investasi setiap tiga bulan sekali, Sedangkan perhitungan Nilai Aktiva Bersih (NAB) dilakukan oleh Bank Kustodian setiap tiga bulan sekali.

Dalam Pengelolaan dana RDPT, Manajer Investasi diperbolehkan menginvestasikan dana tersebut pada sektor riil seperti pembiayaan pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang gencar dicanangkan oleh pemerintah.

Salah satu contoh RDPT dalam bentuk USD adalah Reksa Dana Penyertaan Terbatas Bahana Industrial Fund-1 USD yang dikelola oleh PT Bahana TCW Investment Management. Ada juga Reksa Dana Penyertaan Terbatas Danareksa BUMN Fund 2012, yang dikelola oleh PT Danereksa Invesment Management.

Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA/Asset Backed Securities)

Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) adalah salah satu alternatif investasi dimana Manajer Investasi menghimpun dana dari masyarakat kemudian dana tersebut dibelikan aset keuangan yang berupa tagihan seperti tagihan kredit perumahan (KPR) dari bank yang memberikan KPR.

Dengan adanya KIK EBA ini, pihak bank yang menyalurkan kredit perumahan dapat menjual piutangnya untuk mendapatkan permodalan (dana). Dengan menjual piutangnya, bank memiliki sumber likuiditas sehingga dapat menyalurkan kredit kembali kepada masyarakat.

Pihak yang memegang KIK EBA akan mendapatkan keuntungan seperti berinvestasi pada obligasi, di mana terdapat jangka waktu tempo dan nilai kupon (bunga) tertentu serta terdapat rating yang menunjukan dari kualitas KIK EBA tersebut.

Sebagai contoh, salah satu produk KIK EBA adalah KIK EBA Danareka – BRI dengan nominal Rp100 miliar dan memiliki kupon sebesar 13 persen serta masa tenor 5 tahun. Ada setidaknya empat pihak dalam produk ini. Pertama, ada bank pemilik KPR yaitu BTN. Kedua, ada pendukung kredit yang menjamin KPR tersebut (sekuritisasi) yaitu PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). Ketiga, Danareksa Investment Management berperan sebagai manajer investasi yang mengelola aset sekuritisasi tersebut. Keempat, BRI berperan sebagai Bank Kustodian yang menyimpan dana aset kelolaan tersebut.

KIK EBA ini juga memiliki risiko terhadap fluktuasi harga akibat pengaruh dari perubahan suku bunga, Harga KIK EBA akan cenderung turun apabila terjadi peningkatan suku bunga. Risiko lainnya dari investasi KIK EBA ini adalah gagal bayar. Pemegang KIK EBA akan mengalami kerugian apabila debitur dari aset yang menjadi jaminan misalnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mengalami kebangkrutan atau tidak mampu membayar tepat pada waktunya atas bunga dan pinjaman pokok.

Itulah penjelasan tiga produk lain dari reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK), yang dapat dijadikan pilihan sebagai alternatif investasi. Sebaiknya, dalam berinvestasi kita perlu memahami dan mempelajari dari setiap karakteristik instrumen investasi agar dapat sesuai dengan tujuan investasi kita

Margahayuland RDPT
Margahayuland RDPT 2

For further investor information, please contact the following contacts:

JAKARTA HEAD OFFICE
MENARA ANUGRAH
Kantor Taman E3.3 Unit A3
Jl. Mega Kuningan Lot 8.6-8.7 Setiabudi
Jakarta 12950
(021) 756 2088
(021) 756 2085
BANDUNG HEAD OFFICE
Head Office :
Jl. Soekarno Hatta No. 638
Bandung, Indonesia
40268
(022) 756 2045
(022) 756 2085

PROJECT DEVELOPMENT

Developer Perumahan Margahayu Bandung Terkemuka
Margahayuland, Perusahaan yang bergerak di bidang perumahan ini yang telah berdiri selama 44 tahun. MRD telah sukses mendirikan 50.000 properti seperti perumahan Margahayu Bandung, apartement dan juga pusat perbelanjaan. Kesuksesannya sebagai perusahaan bidang perumahan di Indonesia dengan fasilitas yang lengkap serta lokasi yang sangat strategis, MRD akan terus berusaha memberikan inovasi dan juga konsistensi dalam pengembangan dalam negeri.
follow us